Persami dan Lomba Penggalang 2010 yang . . .

•November 29, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebuah pengalaman yang sangat membekas bagi kakak-kakak dan adik-adik (hasil gemblengan Pengembangan Model Gudep) yang patut kita renungkan bersama.
Persami dan lomba Penggalang yang diprogramkan oleh Kwarnas untuk diselenggarakan oleh masing-masing 33 Kwarda di negeri ini.
Di Jawa Timur, program itu dibuat untuk mengembangkan gudep dengan Program Siklus-nya yang notebene sudah merupakan ajang belajar ‘mengenal dan memelihara lingkungan’, ‘bersahabat dan bekerjasama’ serta belajar menjadi pramuka yang seperti diinginkan BP dalam bukunya “Scputing For Boys”. Namun naif, ternyata yang terjadi adalah kegiatan tersebut dilaksanakan layaknya Lomba Tingkat Penggalang (LT) yang iklimnya adalah “Persaingan dan Adu Kemampuan”. Sungguh ini jauh dari harapan, baik adik & kakak pelaksana Program Siklus maupun “Scouting For Boys”. Di sana, hanya adik dan kakak pelaksana Program Siklus saja yang kelihatan selalu bersahabat dan ramah baik pada sesama peserta maupun lingkungan.
Hal-hal yang sungguh menyesakkan benak yang terjadi antara lain:
1. Tempat cuci piring yang pembuangannya melalui sebuah pipa kelihatan sangat kotor dan nyaris buntu oleh sampah. Kemudian dibersihkan oleh adik-adik Program Siklus dan di sampingnya dipasang tempat sampah. Namun berapa jam kemudian, kotor lagi. Padahal tempat sampah itu disediakan hanya berjarak maks 3 meter dari titik keran terjauh. Ckckckckck . . . .
2. Lomba-lomba yang ditawarkan adalah untuk mencari yang terbaik di antara semua peserta dan bukan untuk maksud mendidik. Bayangkan saja, dari awal sudah diumumkan bahwa lomba masak hanya menggunakan kompor lapangan (khusus di perkemahan), namun pemenangnya justru adalah yang menggunakan kompor BLUE GAS (sejak kapan blue gas termasuk peralatan kemah ? Kalo Survival bisa dibawa gak ya ?)

Nah, kalo seperti itu, mana yang menggambarkan bahwa itu kegiatan pramuka?
Marilah hal ini kita jadikan bahan perenungan bahwa pramuka di daerah kita sekarang sudah seperti ini.

Salam Pramuka :)

Ayo Sukseskan PW di Aceh 2010

•November 20, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nah…
Ini adalah maskot perkemahan wirakarya nasional 2010 yang akan dilaksanakan di Aceh.
Maskot PW nasional adalah sidom yang artinya semut. Sidom itu sendiri merupakan bahasa aceh.
Kenapa dipilh semut merah sebagai maskot PW nasional 2010 di Aceh????
Karena semut merah merupakan binatang kecil yang sanggup mengangkat beban lebih besar darinya. Mereka bekerjasama membawa beban yang lebih besar dari tubuhnya sendiri. Nah, di PW nasional 2010 ini kita perlu bakti dan kerjasama memikul beban yg lebih besar bersama tim kita.

Inilah Alasan DPR Pilih Studi Pramuka di Afsel

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

ImageKepramukaan di sana tidak pernah terpengaruh oleh kebijakan negara yang menganut Apartheid.

VIVAnews – Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nining Indra Saleh menjelaskan alasan Komisi X dalam memilih Afrika Selatan sebagai tujuan studi banding kepramukaan. Selain ke Afrika Selatan, Komisi ini juga memasukkan Jepang dan Korea Selatan sebagai perbandingan.

Studi banding ini untuk kepentingan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepramukaan. Dalam Term of Reference (TOR) Komisi X, kata Ninin, disebutkan beberapa hal yang menjadi alasan mengapa kunjungan dilakukan ke negara-negara tersebut. Hal ini sekaligus menanggapi anggapan di publik yang menilai kepramukaan Indonesia lebih baik dibandingkan organisasi yang sama di Afrika Selatan.

Pertama, kata dia, Afrika Selatan adalah cikal bakal kepramukaan di Mafeking. Di sana kepramukaan telah berdiri sejak tahun 1908 dan kontingen pramuka dari Afrika Selatan telah mengikuti Jambore International pertama yang diselenggarakan di Olympia Hall, London, yaitu pada tahun 1920.

Kedua, dalam catatan sejarah Afrika Selatan, kepramukaan ini tidak pernah terpengaruh oleh kebijakan negara yang menganut sistem Apartheid. “Bahkan Afrika Selatan ini merupakan negara persemakmuran pertama yang mendapatkan izin dari kerajaan Inggris untuk menyelenggarakan kepramukaan selain Kanada, Australia dan Selandia Baru,” kata Ninin seperti dikutip dari situs resmi DPR.

Ketiga, Afrika Selatan telah memiliki asosiasi kepramukaan serta mempunyai instrumen peraturan yang disebut dengan South African Scout Assosiasion (SASA) Constitution 2008 dan SASA policy, Organization and Rules.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan beberapa hal penting, misalnya maksud dan tujuan organisasi, yang isinya melatih anak-anak tentang prinsip disiplin, kesetiaan, dan kewarganegaraan; melestarikan dan mengembangkan prinsip kepanduan yang dikembangkan oleh Baden Powell. Lalu, mengoordinasikan prinsip-prinsip dan praktek kepanduan di Afrika Selatan beserta wilayah teritorinya serta mempromosikan kepanduan ke seluruh dunia.

Peraturan tersebut juga mengatur mengenai kewenangan dan hak organisasi untuk memperoleh manfaat. Misalnya saja, pemberian sumbangan, membeli dan menyewa properti, mengupayakan regulasi yang berguna untuk organisasi, melakukan usaha berbagai barang kebutuhan pramuka, membantu mantan pramuka sampai mengadakan kerjasama dengan otoritas pendidikan di Afrika Selatan.

“Kebijakan ini bisa menjadi bahan yang diadopsi yang nantinya akan diterapkan di Indonesia, mengingat kondisi Afrika Selatan hampir sama dengan Indonesia dalam hal multi ras dan suku,” kata Ninin.

Selain ke Afrika Selatan, Komisi X juga melakukan kunjungan kerja ke Jepang. Dalam TOR, disebutkan ada yang menarik dari gerakan orang muda Jepang, Kejinsha yaitu adanya semangat Bushido atau semangat patriotisme, rela berkorban untuk negara. “Bahkan konon, semangat ini menginsipirasi Boden Powell dalam membuat Scout Law.”

Selain itu, kepramukaan Jepang juga tergolong maju. Ini dibuktikan dengan Kepramukaan Jepang atau National Assosiation of The Boys Scout of Nippon merupakan anggota anggota World Organization Scout Movement (WSOM) dan menjadi anggota penuh WSOM pada tahun 1950.

Selain itu, Kepramukaan Jepang aktif dalam penyelenggaraan Kepramukaan tingkat internasional dan regional. Tercatat dalam kurun waktu dekat, Kepramukaan Jepang beberapa kali menyelenggarakan event Internasional, misalnya pada tahun 1971 Jepang menjadi tuan rumah World Scout Jambooree ke -13.

Lalu sejak tahun 1974, setiap tahun Jepang mengundang sekitar 45 pramuka dari seluruh organisasi pramuka di asia Pasifik untuk berbagi kesempatan ikut dalam kegiatan pramuka tingkat Internasional seperti Jambore, Ventures, Agoonorees, and Scouting.

Selain itu, National Jamboree yang diadakan di Jepang per empat tahunan, dihadiri oleh Pramuka dari seluruh dunia. “Kemajuan pramuka Jepang inilah menjadi dorongan Komisi X melakukan kunjungan kerja ke Jepang,” kata Ninin.

Kemajuan yang nyaris sama juga dimiliki oleh Korea Selatan. Salah satunya adalah penyelenggaraan event-event International Kepramukaan di negara ini. Selain itu, Pramuka di Korea Selatan secara resmi telah menjadi anggota pramuka dunia yaitu the World Organization of Scout Movement (WOSM).

Revitalisasi, Pramuka Akan Ganti Seragam

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Revitalisasi diperlukan agar generasi muda tetap tertarik dengan Gerakan Pramuka.
Pemerintah tampak serius dalam upaya merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka). Tidak hanya melakukan pembaharuan di materi, Pramuka pun direncanakan mengganti atribut organisasi, termasuk rencana mengganti seragam.

Hal ini diungkapkan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar usai menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Rabu, 4 Agustus 2010.

“Sedang kami susun tim. Mudah-mudahanan kita punya atribut yang cocok dengan generasi saat ini, situasi dan kondisi saat ini,” kata Azrul.

Selama ini, Pramuka juga identik dengan seragam coklat. Apabila ada penggantian seragam, seperti apakah warna seragam Pramuka mendatang?

“Tim itu yang akan kami minta, apakah model bajunya seperti begini? Apakah warnanya akan diubah atau dipertahankan seperti ini? Apakah terus pake peci atau tidak, kami serahkan kepada mereka,” kata Azrul.

Selanjutnya, Azrul menjelaskan, tim tersebut akan melakukan studi banding mengenai penggantian seragam dan atribut Pramuka. “Bukan studi ke luar negeri. Tapi melihat contoh-contoh dari 150 negara yang tergabung dalam World Organization of Scout Movement,” kata Azrul.

Selain itu, Azrul menjanjikan revitalisasi Pramuka akan melakukan pembaharuan metode pendidikan. Misalnya dengan penggunaan internet dalam Jambore Pramuka, juga kegiatan terbang layang dan aero modelling dalam aktifitasnya.

Dengan demikian, Azrul berharap generasi muda akan tertarik dengan Gerakan Pramuka.

Sekapur Sirih

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Image
Image

SEKAPUR SIRIH

Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.

Silahkan download apa saja tinggal klik copy dan paste. Tidak perlu register atau pake login-loginan karena sudah jelas membernya adalah anggota Pramuka, atau siapa saja yang ingin belajar tentang Kepramukaan. Suatu Upaya memberikan layanan yang terbaik untuk mereka yang memiliki komitmen terhadap Gerakan Pramuka

Kiranya tidak berlebihan dalam berharap apabila web ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya warga Gerakan Pramuka.

Tiap Pramuka Menolong Satu Orang

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tiap Pramuka Menolong Satu Orang
Pramuka-On Line, 22 Februar1 2010.

Senin, 22 Februari 2010 bertepatan dengan Hari Baden-Powell (Baden-Powell”s Day atau di beberapa negara lain disebut Founder”s Day). Tanggal itu diperingati para pandu di seluruh dunia, termasuk para anggota Gerakan Pramuka. Pada 22 Februari 1857, lahirlah seorang anak bernama Robert Stephenson Smyth Baden-Powell di Inggris. Dia kemudian berkarier dalam dinas militer dan di usia tuanya mengajak anak-anak dan remaja di negaranya untuk berkegiatan di alam terbuka sambil belajar berbagai hal positif.

Sistem pengajarannnya adalah belajar sambil bermain, dilakukan di alam terbuka secara berkelompok, dan saling tolong-menolong antarmereka setiap saat. Lahirlah gerakan kepanduan, sebagai pelengkap pendidikan di lingkungan keluarga dan pendidikan di lingkungan sekolah. Gerakan kepanduan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Baden-Powell yang kemudian diberi gelar kebangsawanan Lord atas dedikasinya itu, selanjutnya secara aklamasi oleh puluhan juta pandu di seluruh dunia dinyatakan sebagai Bapak Pandu Sedunia.

Tiap 22 Februari, para pandu di seluruh dunia memperingati tanggal kelahirannya. Ada beragam acara peringatan, namun yang terpenting adalah mengulang janji seperti diajarkan Baden-Powell untuk selalu bertakwa kepada Tuhan, membela negara, dan siap menolong orang yang membutuhkan bantuan. Maka, pada 22 Februari 2010 ini, baiklah para anggota Gerakan Pramuka yang tercatat sejumlah 17 juta orang di World Organization of the Scout Movement, melakukan hal yang sama. Tiap Pramuka menolong satu orang pada hari ini, berarti sudah ada 17 juta orang yang ditolong.
Selamat Hari Baden-Powell.

UU GERAKAN PRAMUKA DISAHKAN

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah sekian lama menjadi perdebatan, akhirnya UU Gerakan Pramuka disahkan. UU yang disusun dengan biaya yang cukup besar tersebut disahkan dalam rapat paripurna DPR RI hari ini (26/10). Berikut beritanya yang dikutip dari TribunNews.com

Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang, Selasa (26/10/2010). Pengesahan tersebut diketuk dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD-RI.

Kementerian Pemuda dan Olahraga melansir Ketua DPR-RI Marzuki Alie dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD-RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka menjadi Undang-Undang.

Continue reading ‘UU GERAKAN PRAMUKA DISAHKAN’

TENTANG NOVEL : “SURAT KECIL UNTUK TUHAN”

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam tulisan kali ini, penulis mencoba memuat artikel yang penulis ambil dari situs milik Agnes Davonar. Penulis tertarik untuk memuat kembali di blog ini karena isinya yang cukup menarik, yaitu novel yang ditulis oleh Agnes Davonar. Novel itu merupakan true story yang menceritakan perjuangan dari seorang anak berusia 13 tahun bernama Gita Sesa Wanda Cantika bersama ayahnya untuk melawan kanker ganas. Berikut isi selengkapnya.

Novel Surat kecil untuk Tuhan ( True story Gitta sessa wanda cantika )

agnes_davonar

Cover Novel "Surat Kecil Untuk Tuhan"

Adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata keke, seorang gadis remaja Indonesia yang telah meninggal tahun 2008 karena kanker ganas. Buku ini terjual lebih dari 50.000 exp, tahun 2011 telah diadaptasi ke layar lebar. Kisah Keke pernah di ulas dalam acara kick Andy dan ribuan air mata telah berjatuhan setelah membaca kisahnya.

( Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku di indonesia dengan harga 38.800 ( bonus cd), sebagian penjualan buku akan disumbangkan ke yayasan kanker. filmnya akan ditayangkan pada 15 feburary 2011)

Continue reading ‘TENTANG NOVEL : “SURAT KECIL UNTUK TUHAN”’

SAKA ada APA dengan SAKA ???

•November 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selama ini dalam pemantauan dan penelitian kami di daerah yang kami tuju sangat kental dengan kepramukaannya, kami datang itu sangat terpukau dengan adanya kegiatan pemuda Indonesia yang masih cinta Pramuka ternya salah jika menganggap daerah tersebut pramuka mati ato fakum, ternyata tidak kusangka…….!! heboh….
Namun sedikit miris seh, mendengar dari seseorang yang kami wawacari tentang pramuka di daerah itu ternyata masalahnya hanya di bidang keSAKAan seh….nah saya hanya bisa mengutip sedikit pembicaraan kami saat itu. “Gimana yah pramuka disini ini sebensarnya bagus hanya di karnakan adanya saka-saka yang masuk dalam gudep-gudep kami menjadikan anggota pramuka di gudep enggan untuk mengikuti pramuka yang di adakan di gudepnya sendiri terus adalagi karna sudah masuk Saka mereka saling menjatuhkan dan saling mengunggul-unggulkan saka mereka “, nah pertanyaan saya buat pembaca menurut kamu apa ini yang terjadi jika apa solusinya kalau saya sudah tau tapi mungkin lebih baik lagi kalau ada masukan-masukan yang sehat dari para pembaca ?

BSSC – Banyuwangi Scouts Stress Community

•Oktober 10, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pembentukan Organisasi baru ini di landasi oleh pemuda yang aktif dalam dunia Pramuka yang selama ini Pramuka yang di dapat oleh mereka tidak ada efek kemandirian dan pengembangan wira usaha untuk masa depan peserta didik Pramuka, selama ini Para Pembina hanya sibuk dengan egonya sendiri entah apa yang mereka lakukan yang mengakibatkan pramuka di jauhi oleh para pemuda-pemuda di jaman ini.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.